Let's follow me!

Lawati Tasneem Naturel

Lawati Tasneem Naturel
Sape Sapu Jer..

Friday, September 3, 2010

Sakit itu nikmat walaupun ianya pedih...

Hari ini sudah hari ke3 aku demam.. Macammana boleh demam? biasanya orang akan kata, demam sebab 'main hujan', berjangkit dengan orang lain, dan macam2 lagi.. Ya, klu secara logik dan sains, memang boleh diterima. Tapi sedar atau tidak...sakit(tidak kira demam @ lain2nya) itu datangnya dari Tuhan. Sakit itu ujian.

Bagaimana aku boleh mengatakan bahawa sakit itu nikmat? Sedangkan, betapa pedih menghadapinya.. Kadang-kala, merasakan bahawa diri tidak kuat untuk melakukan satu apa pun pekerjaan. huhu.. Ya, memang itulah realitinya. Sebagian antara kita menganggap sakit sebagai penderitaan yang sangat tidak mengenakkan, sehingga yang ada hanya keluhan dan omelan bahkan buruk sangka kepada Allah. Ketika Allah menimpakan sakit kepada manusia, manusia akan cenderung berkeluh kesah, sebagaimana firman Allah yang bermaksud;
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (Q.S Al Ma’arij : 19-20)

Allah mencipta pelbagai bentuk ujian dan kesenangan yang merupakan salah satu bentuk kecintaanNya terhadap kita semua, tidak terkecuali yang sedang aku alami ini, iaitu deman (sakit).

Tak percaya? Contoh yang paling mudah, yang mungkin kalian pernah alami.Cuba singkap kembali waktu kecil dulu, ketika kita sedang asyik bermain di luar, sehingga hampir senja, emak memanggil masuk kerumah untuk membersihkan diri,dan menunaikan solat maghrib. Kita degil. (orang kata, budak kecil. biasa laa). setelah beberapa kali disuruh, dan dinasihati...kemudian, abah datang membawa sebilah rotan. ZUPP!! nah, sedap,kn? Sakit!!~ Ya, itu tandanya ibubapa kita menyayangi anak-anaknya. ibubapa tidak mahu anak mereka ingkar terhadap perintah Allah. Justeru itu, dosa la balasannya.

Segala penyakit ada ubatnya, kecuali mati. Tika diri berkeluh kesah, ingatlah, "Dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang"~. Allah menjadikan sakit sebagai salah satu medium agar kita lebih dekat dengan Allah. Karena sebenarnya seberapa banyakpun kebaikan yang kita lakukan tidaklah seimbang dengan seinfiniti nikmat yang Allah berikan.

Jika dipandang pada sisi yang berlainan, sakit mempunyai pelbagai hikmah yang tersembunyi.
_______________________________________________________________________

Hikmah-hikmah dibalik sakit adalah:

1.Diampuni dosa dan kesalahan
"Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabak, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya."
(HR. Bukhari-Muslim)
"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya."
Bukhari-Muslim)

2.Ditinggikan Derajatnya
“Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan.”
(HR Muslim)
Dari Aisyah, dia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihiwa Sallam bersabda (yang artinya): "Tidaklah seorang Mukmin itu tertimpa penyakit encok sedikit pun, melainkan Allah menghapus darinya satu kesalahan, ditetapkan baginya satu kebaikan dan ditinggalkan baginya satu derajat."
(Ditakrij Ath-Thabrani dan Al-Hakim. Isnadnya Jayyid)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): "Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa menghantarkannya ke sana. Maka Allah senantiasa mencobanya dengan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga dia bisa sampai ke kedudukan itu."
(Ditakhrij Abu Ya'la, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

3.Pembuka Jalan Ke Surga
"Allah Subhanahu berfirman: "Hai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhai pahala bagimu selain surga."
(Ditakhrij Ibnu Majah; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

4. Keselamatan dari Api Neraka
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwa beliau menjenguk seseorang yang sedang sakit demam, yang disertai Abu Hurairah. lalu beliau bersabda (yang artinya): "Bergembiralah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Inilah neraka-Ku. Aku menganjurkannya menimpa hamba-Ku yang mukmin di dunia, agar dia jauh dari neraka pada hari akhirat."
(Ditakhrij Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Menurut Syaikh Albani: isnadnya shahih)

5. Menjadikan kita ingat kepada Allah dan kembali kepada Nya
Biasanya ketika seseorang dalam keadaan sehat wal afiat, suka tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat. Menyibukkan diri dalam urusan dunia dan melalaikan Allah, yang tidak jarang terjerumus dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketika Allah mencobanya dengan sakit atau musibah lain, dia akan ingat kepada Allah, bertobat, dan kembali memenuhi hak-hak Allah yang telah dia tinggalkan.

(Sumber Hikmah sakit: One's Muslim Site)
______________________________________________________________________


Ya Allah, betapa Engkau menyayangi hambaMu.. Aku malu denganMu.. Hinanya aku kerana seringkali bersangka denganMu, bersangka terhadap takdirMu.. Hinanya aku kerana lupa untuk bersyukur atas segala nikmat yang tidak terhitung banyaknya. Wahai Tuhan yang Maha Penyayang. Aku tahu, jika sakit ini hanya sekadar suka-suka tanpa hikmahnya, sudah tentu Engkau tidak menciptakan sakit itu. Sesungguhnya Engkau menciptakan sakit itu untuk kebaikan kami dan sudah tentu Engkau tidak akan sesekali mahu menzalimi hamba2Mu samaada yang muslim @ yang kafir. Sungguh unik bentuk kecintaanMu terhadap hambaMu..

Muhasabah buat diri dan pembaca: Jangan sesekali berputus asa terhadapNya. Ucaplah alhamdulillah...Bersyukur atas segala yang telah ditakdirkan. Bersangka baiklah denganNya sesungguhnya Dialah Pemilik Segala Kebaikan. Terimalah hakikat bahawa, kita hanyalah seorang HAMBA YANG KERDIL~

Aku telah dikhitbah.♥~ Bahagiakah aku?

Assalamualaikum. Pasti pembaca sekelian (khususnya sabahat2 yang mengenali diri ini) terkejut dengan berita ini. Mohon maaf kerana tidak memberitahu dan menjemput kalian. TETAPI, minta teruskan pembacaannya..terima kasih.
___________________________________________________________________________

Hari-hari berlalu yang dilewati seakan sudah bertahun lamanya, namun yang perlu diakui ialah ianya baru beberapa minggu lalu. Iya, hanya beberapa minggu lalu. Berita itu aku sambut dengan hati yang diusahakan untuk berlapang dada. Benar, aku berusaha berlapang dada. Terkadang, terasa nusrah Ilahi begitu hampir saat kita benar-benar berada di tepi tebing, tunggu saat untuk menjunam jatuh ke dalam gaung. Maha Suci Allah yang mengangkat aku, meletakkan aku kembali di jalan tarbiyyah dan terus memimpin untukku melangkah dengan tabah.

Aku hanya seorang insyirah. Tiada kelebihan yang teristimewa, tidak juga punya apa-apa yang begitu menonjol. Jalan ku juga dua kaki, lihat ku juga menggunakan mata, sama seperti manusia lain yang menumpang di bumi Allah ini. Aku tidak buta, tidak juga tuli mahupun bisu. Aku bisa melihat dengan sepasang mata pinjaman Allah, aku bisa mendengar dengan sepasang telinga pinjaman Allah juga aku bisa bercakap dengan lidahku yang lembut tidak bertulang. Sama seperti manusia lain.

Aku bukan seperti bondanya Syeikh Qadir al-Jailani, aku juga tidak sehebat srikandi Sayyidah Khadijah dalam berbakti, aku bukan sebaik Sayyidah Fatimah yang setia menjadi pengiring ayahanda dalam setiap langkah perjuangan memartabatkan Islam. Aku hanya seorang Insyirah yang sedang mengembara di bumi Tuhan, jalanku kelak juga sama... Negeri Barzakh, insya Allah. Destinasi aku juga sama seperti kalian, Negeri Abadi. Tiada keraguan dalam perkara ini.

Sejak dari hari istimewa tersebut, ramai sahabiah yang memuji wajahku berseri dan mereka yakin benar aku sudah dikhitbah apabila melihat kedua tangan ku memakai cincin di jari manis. Aku hanya tersenyum, tidak mengiyakan dan tidak pula menidakkan. Diam ku bukan membuka pintu-pintu soalan yang maha banyak, tetapi diam ku kerana aku belum mampu memperkenalkan insan itu. Sehingga kini, aku tetap setia dalam penantian.

Ibu bertanyakan soalan yang sewajarnya aku jawab dengan penuh tatasusila.

"Hari menikah nanti nak pakai baju warna apa?"

Aku menjawab tenang.. "Warna putih, bersih..."

"Alhamdulillah, ibu akan usahakan dalam tempoh terdekat."

"Ibu, 4 meter sudah cukup untuk sepasang jubah. Jangan berlebihan."

Ibu angguk perlahan.

Beberapa hari ini, aku menyelak satu per satu... helaian demi helaian naskhah yang begitu menyentuh nubari aku sebagai hamba Allah. Malam Pertama... Sukar sekali aku ungkapkan perasaan yang bersarang, mahu saja aku menangis semahunya tetapi sudah aku ikrarkan, biarlah Allah juga yang menetapkan tarikhnya kerana aku akan sabar menanti hari bahagia tersebut. Mudah-mudahan aku terus melangkah tanpa menoleh ke belakang lagi. Mudah-mudahan ya Allah.

Sejak hari pertunangan itu, aku semakin banyak mengulang al-Quran. Aku mahu sebelum tibanya hari yang aku nantikan itu, aku sudah khatam al-Quran, setidak-tidaknya nanti hatiku akan tenang dengan kalamullah yang sudah meresap ke dalam darah yang mengalir dalam tubuh. Mudah-mudahan aku tenang... As-Syifa' aku adalah al-Quran, yang setia menemani dalam resah aku menanti. Benar, aku sedang memujuk gelora hati. Mahu pecah jantung menanti detik pernikahan tersebut, begini rasanya orang-orang yang mendahului.

"Kak Insyirah, siapa tunang akak? Mesti hebat orangnya. Kacak tak?"

Aku tersenyum, mengulum sendiri setiap rasa yang singgah. Maaf, aku masih mahu merahsiakan tentang perkara itu. Cukup mereka membuat penilaian sendiri bahawa aku sudah bertunang, kebenarannya itu antara aku dan keluarga.

"Insya Allah, 'dia' tiada rupa tetapi sangat mendekatkan akak dengan Allah. Itu yang paling utama."

Berita itu juga buat beberapa orang menjauhkan diri dariku. Kata mereka, aku senyapkan sesuatu yang perlu diraikan. Aku tersenyum lagi.

"Jangan lupa jemput ana di hari menikahnya, jangan lupa!"

Aku hanya tersenyum entah sekian kalinya. Apa yang mampu aku zahirkan ialah senyuman dan terus tersenyum. Mereka mengandai aku sedang berbahagia apabila sudah dikhitbahkan dengan 'dia' yang mendekatkan aku dengan Allah. Sahabiah juga merasa kehilangan ku apabila setiap waktu terluang aku habiskan masa dengan as-Syifa' ku al-Quran, tidak lain kerana aku mahu kalamullah meresap dalam darahku, agar ketenangan akan menyelinap dalam setiap derap nafas ku menanti hari itu.

"Bila enti menikah?"

Aku tiada jawapan khusus.

"Insya Allah, tiba waktunya nanti enti akan tahu..." Aku masih menyimpan tarikh keramat itu, bukan aku sengaja tetapi memang benar aku sendiri tidak tahu bila tarikhnya.

"Jemput ana tau!" Khalilah tersenyum megah.

"Kalau enti tak datang pun ana tak berkecil hati, doakan ana banyak-banyak!" Itu saja pesanku. Aku juga tidak tahu di mana mahu melangsungkan pernikahan ku, aduh semuanya menjadi tanda tanya sendiri. Diam dan terus berdiam membuatkan ramai insan berkecil hati.

"Insya Allah, kalian PASTI akan tahu bila sampai waktunya nanti..."

Rahsia ku adalah rahsia Allah, kerana itu aku tidak mampu memberikan tarikhnya. Cuma, hanya termampu aku menyiapkan diri sebaiknya. Untung aku dilamar dan dikhitbah dahulu tanpa menikah secara terkejut seperti orang lain. Semuanya aku sedaya upaya siapkan, baju menikahnya, dan aku katakan sekali lagi kepada ibu...

"Usah berlebihan ya..."

Ibu angguk perlahan dan terus berlalu, hilang dari pandangan mata.

"Insyirah, jom makan!"

Aku tersenyum lagi... Akhir-akhir ini aku begitu pemurah dengan senyuman.

"Tafaddal, ana puasa."

Sahabiah juga semakin galak mengusik.

"Wah, Insyirah diet ya. Maklumlah hari bahagia dah dekat... Tarikhnya tak tetap lagi ke?"

"Bukan diet, mahu mengosongkan perut. Maaf, tarikhnya belum ditetapkan lagi."

Sehingga kini, aku tidak tahu bila tarikhnya yang pasti. Maafkan aku sahabat, bersabarlah menanti hari tersebut. Aku juga menanti dengan penuh debaran, moga aku bersedia untuk hari pernikahan tersebut dan terus mengecap bahagia sepanjang alam berumahtangga kelak. Doakan aku, itu sahaja.

.......................................

"innalillahi wainna ilaihi rajiun..."

"Tenangnya... Subhanallah. Allahuakbar."

"Ya Allah, tenangnya..."

"Moga Allah memberkatinya...."

Allah, itu suara sahabat-sahabat ku, teman-teman seperjuangan aku pada ibu.

Akhirnya, aku selamat dinikahkan setelah sabar dalam penantian. Sahabiah ramai yang datang di majlis walimah walaupun aku tidak menjemput sendiri.

Akhirnya, mereka ketahui sosok 'dia' yang mendekatkan aku kepada Allah.
Akhirnya, mereka kenali sosok 'dia' yang aku rahsiakan dari pengetahuan umum.
Akhirnya, mereka sama-sama mengambil 'ibrah dari sosok 'dia' yang mengkhitbah ku.

Dalam sedar tidak sedar...

Hampir setiap malam sebelum menjelang hari pernikahan ku... Sentiasa ada suara sayu yang menangis sendu di hening malam, dalam sujud, dalam rafa'nya pada Rabbi, dalam sembahnya pada Ilahi. Sayup-sayup hatinya merintih. Air matanya mengalir deras, hanya Tuhan yang tahu.

"Ya Allah, telah Engkau tunangkan aku tidak lain dengan 'dia' yang mendekatkan dengan Engkau. Yang menyedarkan aku untuk selalu berpuasa, yang menyedarkan aku tentang dunia sementara, yang menyedarkan aku tentang alam akhirat. Engkau satukan kami dalam majlis yang Engkau redhai, aku hamba Mu yang tak punya apa-apa selain Engkau sebagai sandaran harapan. Engkau maha mengetahui apa yang tidak aku ketahui..."

Akhirnya, Khalilah bertanya kepada ibu beberapa minggu kemudian...

"Insyirah bertunang dengan siapa, mak cik?"

Ibu tenang menjawab... "Dengan kematian wahai anakku. Kanser tulang yang mulanya hanya pada tulang belakang sudah merebak dengan cepat pada tangan, kaki juga otaknya. Kata doktor, Insyirah hanya punya beberapa minggu sahaja sebelum kansernya membunuh."

"Allahuakbar..." Terduduk Khalilah mendengar, air matanya tak mampu ditahan.

"Buku yang sering dibacanya itu, malam pertama..."

Ibu angguk, tersenyum lembut... "Ini nak, bukunya." Senaskah buku bertukar tangan, karangan Dr 'Aidh Abdullah al-Qarni tertera tajuk 'Malam Pertama di Alam Kubur'.

"Ya Allah, patut la Insyirah selalu menangis... Khalilah tak tahu mak cik."

"Dan sejak dari hari 'khitbah' tersebut, selalu Insyirah mahu berpuasa. Katanya mahu mengosongkan perut, mudah untuk dimandikan..."

Khalilah masih kaku. Tiada suara yang terlontar. Matanya basah menatap kalam dari diari Insyirah yang diberikan oleh ibu.

"Satu cincin ini aku pakai sebagai tanda aku di risik oleh MAUT. Dan satu cincin ini aku pakai sebagai tanda aku sudah bertunang dengan MAUT. Dan aku akan sabar menanti tarikhnya dengan mendekatkan diri ku kepada ALLAH. Aku tahu ibu akan tenang menghadapinya, kerana ibuku bernama Ummu Sulaim, baginya anak adalah pinjaman dari ALLAH yang perlu dipulangkan apabila ALLAH meminta. Dan ibu mengambil 'ibrah bukan dari namanya (Ummu Sulaim) malah akhlaqnya sekali. Ummu Sulaim, seteguh dan setabah hati seorang ibu."

** Cukuplah kematian itu mengingatkan kita... Cukuplah kita sedar kita akan berpisah dengan segala nikmat dunia. Cukuplah kita sedar bahawa ada hari yang lebih kekal, oleh itu sentiasalah berwaspada. Bimbang menikah tergesa-gesa, tahu-tahu sudah disanding dan diarak seluruh kampung walau hanya dengan sehelai kain putih tak berharga.**

~ Kullu nafsin za'iqatul maut ~

edited from: iluvislam
___________________________________________________________________________

Ini bukan kisah hidupku. Namun, aku yakin dan pasti, aku bakal menemui Hari Bahagia itu. Tapi adakah dengan jalan cerita yang sama???? Ayuh fikirkan!

Hati sedih berbaur pedih jika ia berlaku dekat denganku..Adakah ia sama dengan kehidupan yang sedang anda lalui..Bangga aku dengan Insyirah, apabila dia telah disahkan telah 'dikhitbah', dia semakin mendekatkan diri padaNya.

Apabila kita menyingkap tirai kehidupan reality, ada, apabila seseorang dikhitbah sebegitu, orang itu mahu menghabiskan masanya untuk 'enjoy', menghabiskan masa bersama kawan2, makan sepuas2nya. Kerana berfikir bahawa selepas ini, tidak akan ada masa lagi untuk semua itu-putus asa dengan kehidupan dialam selepasnya. Dimanakah kita??? Semoga Kisah perunangan Insyirah ini dapat dijadikan pedoman..

Fikirkan: Adakah kita telah 'dikhitbah'? ya, mungkin tanpa pengetahuan.. Sangat sedikit yang mengetahui akan waktu itu.. Semoga sama-sama kita membuat persedian untuk 'hari bahagia' itu..Jangan ditunggu hari itu untuk beramal dan mendekatkan diri padaNya. Jadikan QURAN sebagai teman sepanjang masa dan dimana jua. Semoga Allah sentiasa melindungi dan memberi hidayah kepada kita semua. amin

Wednesday, August 25, 2010

Doa harian sepanjang bulan Ramadhan

Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

Yaa Allah, Dekatkanlah Aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah Aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. Berilah Aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Kepada Semua Pengasih


Doa hari kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Puasa Ku Sebagai Puasa Orang-Orang Yang Benar-Benar Berpuasa. Dan Ibadah Malam Ku Sebagai Ibadah Orang-Orang Yang Benar-Benar Melakukan Ibadah Malam. Dan Jagalah Aku Dan Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai. Hapuskanlah Dosa Ku … Wahai Tuhan Sekalian Alam.Dan Ampunilah Aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa.


Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Ya Allah, Berikanlah Aku Rezeki Akal Dan Kewaspadaan Dan Jauhkanlah Aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan. Sediakanlah Bagian Untuk Ku Dari Segala Kebaikan Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan!


Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ
وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

Ya Allah, Berikanlah Kekuatan Kepada Ku, Untuk Menegakkan Perintah-Perintah-Mu, Dan Berilah Aku Manisnya Berdzikir Mengingat-Mu. Berilah Aku Kekuatan Untuk Menunaikan Syukur Kepada-Mu, Dengan Kemuliaan-Mu. Dan Jagalah Aku Dengan Penjagaan-Mu Dan Perlindungan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.


Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Memohon Ampunan, Dan Jadikanlah Aku Sebagai Hamba-Mu Yang Sholeh Dan Setia Serta Jadikanlah Aku Diantara Auliya’-Mu Yang Dekat Disisi-Mu, Dengan Kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih Di Antara semua Pengasih


Doa Hari keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Ya Allah, Janganlah Engkau Hinakan Aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu, Dan Janganlah Engkau Pukul Aku Dengan Cambuk Balasan-Mu. Jauhkanlah Aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu,Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan


Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Ya Allah, Bantulah Aku Untuk Melaksanakan Puasanya, Dan Ibadah Malamnya. Jauhkanlah Aku Dari Kelalaian Dan Dosa-Dosa Nya. Dan Berikanlah Aku Dzikir Berupa Dzikir Mengingat-Mu Secara Berkesinambungan, Dengan Taufiq- Mu, Wahai Pemberi Petunjuk Orang-Orang Yang Sesat.


Doa Hari Kelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ

Ya Allah, Berilah Aku Rezki Berupa Kasih Sayang Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap


Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Ya Allah, Sediakanlah Untuk Ku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas, Dan Berikanlah Aku Petunjuk Kepada Ajaran-Ajaran-Mu Yang Terang, Dan Bimbinglah Aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan-Mu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu.


Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang- Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.


Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah, Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan.


Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, Hiasilah Diriku Dengan Penutup Dan Kesucian. Tutupilah Diriku Dengan Pakaian Qana’ah Dan Kerelaan. Tempatkanlah Aku Di Atas Jalan Keadilan Dan Sikap Tulus. Amankanlah Diriku Dari Setiap Yang Aku Takuti Dengan Penjagaan-Mu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.


Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah, Sucikanlah Diriku Dari Kekotoran Dan Kejelekan. Berilah Kesabaran Padaku Untuk Menerima Segala Ketentuan. Dan Berilah Kemampuan Kepadaku Untuk Bertaqwa, Dan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Baik Dengan Bantuan-Mu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin.


Doa Hari keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, Janganlah. Engkau Hukum Aku, Karena Kekeliruan Yang Kulakukan. Dan ampunilah Aku Dari Kesalahan-Kesalahan Dan Kebodohan. Janganlah Engkau Jadikan Diriku Sebagai Sasaran Bala’ Dan Malapetaka Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.


Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, Berilah Aku Rezki Berupa Ketaatan Orang-Orang Yang Khusyu’. Dan Lapangkanlah Dadaku Dengan Taubatnya Orang-Orang Yang Menyesal, Dengan Keamanan-Mu, Wahai Keamanan Untuk Orang-Orang Yang Takut.


Doa Hari Keenam Belas

َللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

ÇYa Allah, Berilah Aku Kemampuan Untuk Hidup Sebagaimana Kehidupan Orang-Orang Yang Baik. Dan Jauhkanlah Aku Dari Kehidupan Bersama Orang-Orang Yang Jahat. Dan Naungilah Aku Dengan Rahmat-Mu Hingga Sampai Kepada Alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam.


Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Ya Allah, Tunjukkanlah Aku Kepada Amal Kebajikan Dan Penuhilah Hajat Serta Cita-Cita Ku. Wahai Yang Maha Mengetahui Keperluan, Tanpa Pengungkapan Permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui Segala Yang Ada Didalam Hati Seluruh Isi Alam. Sholawat Atas Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci.


Doa Hari Kelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Ya Allah, Sedarkanlah Aku Akan Berkah-Berkah Yang Terdapat Di Saat Saharnya. Dan Sinarilah Hatiku Dengan Terang Cahayanya Dan Bimbinglah Aku Dan Seluruh Anggota Tubuhku Untuk Dapat Mengikuti Ajaran-Ajarannya, Demi Cahaya-Mu Wahai Penerang Hati Para Arifin.


Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ

Ya Allah, Penuhilah Bagianku Dengan Berkah-Berkahnya, Dan Mudahkanlah Jalanku Menuju Kebaikan-Kebaikannya. Janganlah Kau Jauhkan Aku Dari Ketertedmaan Kebaikan- Kebaikannya, Wahai Pemberi Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang.


Doa Hari Kedua Puluh

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Sorga Dan Tutupkanlah Bagiku Pintu-Pintu Neraka, Dan Berikanlah Kemampuan Padaku Untuk Membaca Ai-Quran Wahai Penurun Ketenangan Di Dalam Hati Orang-Orang Mu’min.


Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, Berilah Aku Petunjuk Menuju Kepada Keridhoan- Mu. Dan Janganlah Engkau Bed Jalan Kepada Setan Untuk Menguasaiku. Jadikanlah Sorga Bagiku Sebagai Tempat Tinggal Dan Peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan Orang- Orang Yang Meminta.


Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

Ya Allah, Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Karunia-Mu, Turunkan Untukku Berkah-Berkah Mu. Berilah Kemampuan Untuk ku Kepada Penyebab-Penyebab Keridhoan-Mu, Dan tempatkanlah Aku Di Dalam Sorga-Mu Yang Luas, Wahai Penjawab Doa Orang-Orang Yang Dalam Kesempitan.


Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Ya Allah, Sucikanlah Aku Dari Dosa-Dosa, Dan Bersihkanlah Diriku Dari Segala Aib. Tanamkanlah Ketaqwaan Di Dalam Hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa.


Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Ya Allah, Aku Memohon Kepada-Mu Hal-Hal Yang Mendatangkan Keridhoan-Mu, Dan Aku Berlindung Dengan- Mu Dan Hal-Hal Yang Mendatangkan Kemarahan-Mu, Dan Aku Memohon Kepada-Mu Kemampuan Untuk Mentaati-Mu Serta Menghindari Kemaksiatan Terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.


Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Aku Orang-.Orang Yang Menyintai Auliya-Mu Dan Memusuhi Musuh-Musuh Mu. Jadikanlah Aku Pengikut Sunnah-Sunnah Penutup Nabi-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi.


Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Usaha ku Sebagai Usaha Yang Di syukuri, Dan Dosa-Dosa ku Di ampuni, Amal Perbuatan Ku Diterima, Dan Seluruh Aibku Di tutupi, Wahai Maha Pendengar Dan Semua Yang Mendengar.


Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Ya Allah, Rizkikanlah Kepadaku Keutamaan Lailatul Qadr, Dan Ubahlah Perkara-Perkara ku Yang Sulit Menjadi Mudah. Terimalah Permintaan Maafku, Dan Hapuskanlah Dosa Dan Keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang Terhadap Hamba- HambaNya Yang Soleh.


Doa Hari Kedua Puluh lapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Ya Allah, Penuhkanlah Hidupku Dengan Amalan-Amalan Sunnah, Dan Muliakanlah Aku Dengan Terkabulnya Semua Permintaan. Dekatkanlah Perantaraanku Kepada-Mu Diantara Semua Perantara, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.


Doa Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, Liputilah Aku Dengan Rahmat Dan Berikanlah Kepadaku Taufiq Dan Penjagaan. Sucikanlah Hatiku Dan Dosa-dosa Fitnah Wahai Pengasih Terhadap Hamba- HambaNya Yang Mukmin.


Doa Hari Ketiga Puluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, Jadikanlah Puasa ku Disertai Dengan Syukur Dan Penerima Di Atas Jalan Keridhoan-Mu Dan Keridhoan Rasul. Cabang-Cabangnya Kokoh Dan Kuat Berkat Pokok-Pokoknya, Demi Kenabian Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci, Dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Sekalian Alam



sumber: Pondok Pasir Tumboh

Thursday, August 12, 2010

keberkatan sahur

“Sahurlah kamu kerana dalam sahur itu ada berkat.”
-HR Bukhari dan Muslim

Ibadat puasa adalah satu perkara yang dituntut dan diwajibkan ke atas semua umat Islam yang telah cukup umur dan berkemampuan. Dalam mengerjakan ibadat puasa, sahur adalah satu amalan sunat yang digalakkan kepada mereka yang berpuasa. Namun dalam era globalisasi yang sentiasa bergerak pantas ini, umat muslimin menjadikannya sebagai satu alasan untuk tidak bersahur. Mengantuk dan letih kerap dijadikan jawapan kepada keengganan bersahur walaupun ia telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada setiap yang berpuasa.

Umum begitu arif dengan kaum lain yang juga mengerjakan puasa, namun apakah yang membezakan amalan puasa kaum muslimin dengan mereka? Perbezaannya jelas terletak di dalam pengambilan makanan sahur yang mana mereka tidak bersahur. Ramai juga yang tidak menyedari bahawa pada waktu bersahur juga adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan Allah SWT tidak akan menghampakan doa mereka.


Bagi mereka yang bersahur Allah SWT akan memberi keuntungan yang berlipat kali ganda. Selain daripada memperolehi kekenyangan dan kekuatan untuk mengerjakan ibadat puasa pada sebelah siangnya, mereka juga akan memperolehi berkat yang diturunkan pada sepanjang hari mereka melaksanakan ibadat tersebut.


Ibnu Hajar dalam mengulas Sahih Bukhari telah menyenaraikan beberapa kelebihan puasa, yang antara lainnya ialah:

* Menuruti sunnah;
* Membezakan diri dengan Ahlul Kitab;
* Menambah kekuatan untuk beribadat;
* Meningkatkan keikhlasan dalam beribadat;
* Menghilangkan perasaan marah yang diakibatkan oleh kelaparan dan
* Mendapat peluang untuk mengingati Allah dengan berzikir dan berdoa.

Namun, kita tidak digalakkan untuk mengambil terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan pada waktu sahur. Memadai dalam anggaran yang secukupnya bagi membantu untuk mengerjakan puasa pada keesokan harinya kerana pengambilan makanan yang terlalu banyak atau sikit pasti akan menimbulkan rasa kurang selesa. Sebaik-baik sahur yang dianjurkan ialah dengan memakan buah kurma atau tamar. Bersahur dengan memakan kurma adalah sebahagian daripada sunnah Nabi, justeru jika kita mengamalkannya, Allah SWT akan memberikan pahala sebagai ganjaran.

Abu Hurairah ra berkata, “Sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik makanan sahur bagi
orang mukmin adalah kurma.”
-HR Ibnu Hibban & Baihaqi

Seandainya keletihan menimbulkan kesukaran untuk bersahur, Rasulullah SAW menganjurkan agar tetap mengambil sebiji kurma ataupun memadai dengan seteguk air untuk mengisi perut.

Waktu sahur yang paling afdhal ialah pada waktu menjelang Subuh, iaitu kira-kira 10 atau 15 minit sebelum bilal melaungkan azan Subuh. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahawa waktu bersahur itu adalah bersamaan dengan bacaan 50 ayat suci Al-Quran.

Tuesday, August 10, 2010

selamat menyambut ramadhan al-mubarak

Petang tadi, 10 Ogos 2010 bersamaan 29 Syaaban 1431 Hijrah Majlis Raja-raja telah mencerap anak bulan...dan hasilnya majlis raja-raja telah mengisytiharkan bahawa


dikesempatan ini, aku nak ucapkan selamat menyambut ramadhan almubarak kepada semua muslimin dan muslimat..semoga Ramadhan tahun ini lebih baik daripada ramadhan yang sebelumnya. dan pastinya diharapkan ramadhan kali ini jauh lebih baik daripada hari-hari di lain bulan sebelumnya, insyaAllah...:-)



mohon maaf atas segala salah silap yang telah dan sedang aku lakukan..
moga hidup kita semua diberkati dan dirahmatiNya, insyaAllah

Tuesday, July 27, 2010

Perjuangan Solid?

Melalui hari-hari sebagai seorang hamba Allah.. Apabila telah menginfakkan diri ke denai yang penuh liku dan ranjau.. Katanya kita berjuang, namun sebenarnya jauh lagi perjalanan diri untuk layak bergelar pejuang, namun hakikatnya, kitalah yang mahu berjuang itu, maka kitalah yang digelar pejuang.

Menjadi pejuang agama bukanlah satu yang saja- saja, atau suka- suka, bukan yang kita lakukan bila tiba waktu lapang, tapi diri kitalah yang harus melapangkan masa untuk gerak kerja islam, perjuangan kita harus lebih serius, kerana kita adalah manusia yang sedar bahawa kudrat kita amat diperlukan dalam memerangi segenap penjuru serangan jahiliyyah yang sedang bermaharajalela disekeliling kita.

Manusia dan perasaan, ibarat irama dan lagu, tanpa perasaan, manusia hidup bagai bangkai tak bernyawa, bagai orang gila, oh, orang gila juga punya perasaan, pendek kata, manusia dicipta berperasaan, sedih, gembira, rindu, kecewa dan sebagainya.

Para pejuang agama Allah mestilah berhati keras? Saya didoktrin begitu meskipun diri ini belum layak mana bergelar pejuang, maka berubahlah saya dari seorang manusia yang sering berkata “ it hurt me” kepada manusia yang sering memotivasikan diri dengan berkata “ it make me strong!” , ia perlu dididik, kerana bilamana anda bersedia menjadi seorang yang ingin berjuang dijalan Allah, banyak benda baru yang anda harus pelajari, harus anda korbankan, meskipun perasaan diri sendiri. Perasaan rindukan keluarga, perasaan marah dengan sahabat, rasa penat sehingga benci melihat orang lain, panas baran dan pelbagai lagi kerenah perasaan adalah garam yang harus anda telan. Malah, kadangkala, anda harus menjadi matang sebelum usia anda sepatutnya matang.

Ayuh singkap tirai sirah, saat hijrah Rasullullah dan para sahabat ke Madinah, meskipun telah tiba ke Madinah dengan selamat, namun jiwa mereka masih penuh kerinduan dengan Mekah, sehingga Abu Bakar dan Bilal jatuh sakit, dan Abu Bakar disaat itu yang merasa badannya panas dingin berkata:-

“ Setiap orang ingin tinggal di tengah- tengah keluarganya, tetapi kematian lebih dekat dari tali terompahnya.”

Jika ingin diberi contoh, cukuplah dihidangkan dengan sirah Rasulullah dan para Sahabat yang sememangnya lebih berganda- ganda pengorbanan perasaan mereka dalam perjuangan menegakkan kalimah Allah, bukan sedikit kesabaran mereka menghadapi kerenah masyarakat jahiliyyah dahulu, maka, jika perjuangan ini kita lakukan Demi Allah dan ingin meneruskan perjuangan Baginda Rasulullah, latihlah diri kita menjadi sabar seperti Rasulullah dan sahabat.



Andai pula jika terjatuh hati dengan sahabat- sahabat yang sama- sama dalam gerak kerja, maka janganlah cinta itu dibawa dengan jalan orang yang tidak ditarbiyah dengan tarbiyah Islami, bukan tidak ada, Rasulullah dan isteri juga sama- sama berjuang, jadi jangan memendekkan aqal dengan menganggap kita harus mengeraskan hati sekeras- kerasnya, antara yang menjadi silapnya, bila ahli gerakan sering menjadi penyimpan perasaan nombor satu hingga diri sendiri yang rugi bila masing- masing ‘melepas’~kau tunggu aku, aku tunggu kau. yang pentingnya, perjuangannya nombor satu, namun amatlah mendukacitakan jika yang mengaku ahli gerakan islam, tapi dialah yang lebih hebat dalam bercinta secara tidak halal, apalah gunanya diwujudkan Unit Baitul Muslim, jika tidak dimanfaatkan sebaiknya, namun disaat inilah, pengorbanan perasaan menjadi taruhan, jangan jadikan perjuangan kita sia- sia, dan jangan jadikan diri kita penyebab ketidakcapaian matlamat sepanjang perjuangan bila maksiat berlegar- legar dalam kalangan ahli gerakan.

Ya~, kita ini manusia biasa, yang tidak sehebat mana pun, yang punya perasaan seperti insan lain, tapi, bilamana kaki ini sudah melangkah setapak kealam perjuangan, maka kaki inilah yang tidak boleh berundur lagi, teruskan perjalanan, teruskan perjuangan, perngorbanan perasan yang dituntut dari kita bukan sekadar- sekadar sahaja, tapi pengorbanan yang besar, saya pun, cuba untuk tidak hanya bercakap sahaja, tapi lakukannya!

Friday, July 16, 2010

Bersyukurlah..

" Kamu tahu apa itu wanita? Jika kamu kaum lelaki, kamu pasti akan pelik dengan sikap wanita. "

Bumi pinjaman Allah ini dipenuhi dengan pelbagai jenis ciptaan. Kamu cantik, kamu bijak, kamu tinggi,kamu rendah, kamu sihat itu semua ciptaan yang menjadi sebahagian daripada hidup kita. Kadangkala kita tidak berpuas hati kerana kita kurang bijak daripada rakan sekelas. Kadangkala juga kita merasakan wajah kita tidak sesempurna insan lain.

" Mengapa mereka cantik, sihat, tinggi, rendah dan lain-lain lagi sedangkan kita tidak begitu? "

Jawapannya mudah iaitu ;

" You got beauty I got healthy! "

You got beauty I got healthy:

Jika kita toleh ke arah kanan dan kekiri pasti pelbagai bentuk dan jenis manusia yang akan kita dapati. Percayalah mereka dan bahkan diri kita mempunyai ciptaan yang teristimewa di dalam diri masing-masing. Kita mahu cantik seperti kawan kita. Dirinya sering mendapat perhatian sedangkan kita tidak ditoleh langsung. Mungkin dia ada kecantikan. Tapi sedarlah bahawa didalam diri kita juga pasti ada sesuatu yang mungkin masih belum kita temui. Satu anugerah yang masih belum kita terokai. Kadangkala anugerah itu sebenarnya lebih hebat daripada rakan kita yang cantik itu tadi.

Ini masalah besar. Bila kita menginginkan sesuatu yang bukan milik kita, maka kita harus berhati-hatilah dengan hati kita kerana percayalah, perasaan itulah nanti yang akan membawa diri kita kepada sifat benci dan dendam di atas kelebihan orang lain.

Sabda Rasulullah S.A.W ;

Ada 3 hal yang boleh merosakkan kehidupan, iaitu kikir yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti dan seseorang yang membangga-banggakan diri sendiri
(Riwayat Tabrani)

ERTI SYUKUR?

Apabila kita sebut tentang syukur, pelbagai persepsi yang muncul dibenak fikiran. Kata kuncinya mudah. Mudah dihafal tetapi payah untuk dilaksanakan. Samada kita perasan bahawa kita sering menginginkan perkara yang insan lain miliki atau kita berusaha mensyukuri setiap perkara yang kita perolehi.

Kehidupan kita di dunia dibekalkan dengan dua perkara iaitu samada KEHENDAK ataupun KEPERLUAN. Jika dua perkara ini tidak difahami dengan baik maka hampir musnahlah kehidupan kita. Lebih-lebih lagi Allah memberikan sesuatu yang kita perlukan dan bukannya perkara yang kita inginkan.

Jika kamu menginginkan lelaki itu sebagai suami, tetapi apabila Allah merasakan kamu tidak memerlukannya, maka jodoh kamu pasti tidak akan ke mana.

Oleh itu, amat perlu bagi kita untuk memahami makna sifat syukur ini. Sedarlah bahawa jika kita punyai sifat syukur ini, segala masalah serta semua rasa tidak puas hathati kita akan terhapus dan berkubur dengan sendirinya.

Berhati-hatilah kamu terhadap musuhmu satu kali
Tetapi berhati-hatilah kamu kepada temanmu seribu kali
Suatu saat, sahabatmu akan berbalik
Kerana dialah yang lebih mengetahui

_________________________________________________________________

ps: walau aku juga seorang wanita, penulisan karangan الشيخ محمد شكري الحافظ‏ ku"post" untuk perkongsian bersama. Lets change our attitude to the better. bersyukurlah atas segala kurniaanNya.

hari ni ulangtahun kelahiran adikku, Salini. Semakin meningkat umur, semakin pendek usia. Selamat Hari Lahir, nini! Moga Allah murahkan rezki. Semoga berjaya di di dunia dan di akhirat. May Allah bless u!

#Pray4Gaza