Sejurus coretan menjelang Ramadhan..
Let's follow me!
Saturday, July 30, 2011
Friday, July 29, 2011
Coretan hati menjelang Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim..
Kehadapan sahabat dan rakan yang setia dan masih mengikuti perkembangan blog dan penulisanku.
Aku memohon maaf atas segala salah kata dan salah laku. Sudah lama benar tidak menitipkan kata-kata dan ingatan buat diri sebagai perkongsian buat semua pembaca. Sepanjang tempoh tidak menulis, aku melalui pelbagai situasi dan keadaan sehingga tidak mampu untuk aku coretkan.
Ya, tika melaluinya..semahunya aku ingin terus menulis untuk dikongsikan buat semua.. Namun, masa sangat mencemburui. Ia terus berlalu...meninggalkan hasratku. Apabila difikirkan, ada hikmahnya juga.. Mungkin tak semua yang aku lalui itu perlu dikongsikan..
Kehadapan sahabat dan rakan yang setia dan masih mengikuti perkembangan blog dan penulisanku.
Aku memohon maaf atas segala salah kata dan salah laku. Sudah lama benar tidak menitipkan kata-kata dan ingatan buat diri sebagai perkongsian buat semua pembaca. Sepanjang tempoh tidak menulis, aku melalui pelbagai situasi dan keadaan sehingga tidak mampu untuk aku coretkan.
Ya, tika melaluinya..semahunya aku ingin terus menulis untuk dikongsikan buat semua.. Namun, masa sangat mencemburui. Ia terus berlalu...meninggalkan hasratku. Apabila difikirkan, ada hikmahnya juga.. Mungkin tak semua yang aku lalui itu perlu dikongsikan..
Wednesday, July 27, 2011
BROGA PMUKM
Kepimpinan PMUKM dibawah tampuk GMUKM dipanjangkan tempoh pemerintahannya sehingga September.
gambar2 ni diselitkan untuk tatapan buat kenangan bersama.
Friday, July 15, 2011
Hujan rahmat...

Alhamdulillah..Hujan Rahmat.
Malam, keheningan yang tak terperi
ku bersimpuh di hadap-Mu ditemani hujan gemerisik syahdu.
Ya Allah hujan ini adalah berkahmu, turunkanlah pula hujan rahmatmu.
Wahai hujan kau penuhi sumur-sumur yang mengering kerontang,
dengan cepat airnya memuncak dan terus mengalir sampai langit ke tujuh.
Yaa salaam
Aku adalah musafir
yang terdampar di padang gersang, padang fatamorgana
turunkanlah hujanmu sebelum jiwa ini mengering bersama debu angkara
Yaa Haadi,
Berikanlah tetesan-tetesan kesadaranmu bagi diriku yang kehausan
biarkan aku bersatu dengan titisan itu jangan sampai menguap tertiup angin
Yaa Ghoffar,
Kolam jernih telah dipenuhi oleh sampah-sampah busuk,
turunkan hujanmu, kikislah sampah tiada tersisa, murnikan ke sediakala
Yaa Rabb,
Tanah ini telah kutanami dengan pohon-pohon surga,
telah kucabut semak-semak belukar tempat hewan-hewan buas mengintai,
telah kusiangi akar-akar beracun yang mematikan,
telah kubasmi ulat-ulat yang membusuk
aduhai tunas kecil telah pula muncul cepatlah sedikit turunkanlah hujanmu sebelum semak-semak menutupinya sebelum serangga-serangga menggerogotinya.
Yaa Nuur,
Kesegaran hujanmu yang kurasa telah membawaku meniti jalanmu yang lurus, tetapi kerikil-kerikil itu ya allah, begitu susah terlewati
berkali-kali ku terjatuh, terkandas..
jadikanlah aku hujanmu,
kerikil itu tak 'kan bisa membendungku untuk menuju samudera-Mu.
Wahai hujan kau berasal dari segala air bumi,
panas matahari mambuatmu mencapai puncak tertinggi
dan turun menjadi air murni yang menyirami gersangnya bumi.
Wahai Roofii,
jadikanlah aku hujanmu
aku tak lain adalah air yang hina
Dengan panas kecintaanmu biarkanlah air ini
terbang mencapai keridhoan-Mu dan menjadi air murni
Akan kualirkan ke sungai-sungai, sawah-sawah, ladang-ladang
kepada penduduk, haiwan-haiwan, rumput, seluruh penghuni bumi
Wahai hujan
Janganlah berhenti untuk turun ke bumi,
dalam keheningan ini masih setia ku memohon
Yaa Allah jadikanlah hamba ini hamba yang bersyukur
atas segala nikmat dan hikmah yang Kauberi..
Redhailah kehidupanku ini..amin..
Friday, July 8, 2011
Idola Muslimah
Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.
Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.
Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.
Kisah Cinta Sejati Khadijah
Tidak dapat dinafikan, Khadijah, isteri Rasulullah saw., merupakan seorang yang luar biasa. Bukan sahaja memiliki perilaku yang mulia, Khadijah juga merupakan seorang yang cerdas dengan ketabahan yang menakjubkan.
Dia rela mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk dakwah Rasulullah. Dengan kematangan, kebijaksanaan dan kewibawaan dirinya, Khadijah menyokong, membangkitkan tekad dan membarakan dakwah Rasulullah.
Khadijah berusaha sekuat tenaga untuk menghibur dan mendorong suaminya agar bersabar. Dia sering cuba meyakinkan suaminya bahawa Allah tidak akan meninggalkan dan mengabaikannya. Rasulullah pun merasa terhibur mendengar ucapan isterinya itu. Khadijah memiliki pertimbangan yang matang, pemikiran yang seimbang, keimanan yang kukuh serta keikhlasan yang tinggi. Khadijah adalah isteri dan penasihat terbaik yang pernah dimiliki oleh Rasulullah.
Dalam setiap kesulitan, Khadijah merupakan orang pertama yang berada di sisi Rasulullah. Khadijah sentiasa mencurahkan cintanya yang paling tulus, cinta yang memberikan ketenangan kepada Rasulullah dan menjadikan beliau melupakan kesulitan serta rasa lelah dalam perjuangan menyebarkan Islam. Tidak cukup dengan fikiran dan kasih sayang, Khadijah juga membelanjakan hartanya untuk keperluan perjuangan. Segenap suka dan duka dijalaninya bersama suaminya tanpa keluh kesah.
Khadijah adalah wanita teristimewa bagi Rasulullah. Rasulullah selalu menyebut nama Khadijah walau hingga Khadijah wafat. Inilah kisah Khadijah, cinta sejati Rasulullah.
(Dipetik dari buku 'Kisah Cinta Sejati Khadijah', Abdul Mun'im Muhammad Umar)
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?
Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim. Diketik oleh: Hanies Ambarsari.kebaikan.
Dia rela mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk dakwah Rasulullah. Dengan kematangan, kebijaksanaan dan kewibawaan dirinya, Khadijah menyokong, membangkitkan tekad dan membarakan dakwah Rasulullah.
Khadijah berusaha sekuat tenaga untuk menghibur dan mendorong suaminya agar bersabar. Dia sering cuba meyakinkan suaminya bahawa Allah tidak akan meninggalkan dan mengabaikannya. Rasulullah pun merasa terhibur mendengar ucapan isterinya itu. Khadijah memiliki pertimbangan yang matang, pemikiran yang seimbang, keimanan yang kukuh serta keikhlasan yang tinggi. Khadijah adalah isteri dan penasihat terbaik yang pernah dimiliki oleh Rasulullah.
Dalam setiap kesulitan, Khadijah merupakan orang pertama yang berada di sisi Rasulullah. Khadijah sentiasa mencurahkan cintanya yang paling tulus, cinta yang memberikan ketenangan kepada Rasulullah dan menjadikan beliau melupakan kesulitan serta rasa lelah dalam perjuangan menyebarkan Islam. Tidak cukup dengan fikiran dan kasih sayang, Khadijah juga membelanjakan hartanya untuk keperluan perjuangan. Segenap suka dan duka dijalaninya bersama suaminya tanpa keluh kesah.
Khadijah adalah wanita teristimewa bagi Rasulullah. Rasulullah selalu menyebut nama Khadijah walau hingga Khadijah wafat. Inilah kisah Khadijah, cinta sejati Rasulullah.
(Dipetik dari buku 'Kisah Cinta Sejati Khadijah', Abdul Mun'im Muhammad Umar)
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?
Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim. Diketik oleh: Hanies Ambarsari.kebaikan.
Wednesday, July 6, 2011
Maha Adil Tuhanku..

بسم الله الرحمن الرحيم
Suatu ketika Nabi Musa AS bermunajat kepada Allah di Bukit Thursina. Di antara munajat yang dipanjatkan pada saat itu adalah, "Ya Allah, tunjukkanlah keadilan~Mu kepadaku!" Maka Allah berkata kepada Musa AS, "Jika Aku menampakkan keadilan~Ku kepadamu, engkau tak akan dapat bersabar, dan tergesa-gesa menyalahkan~Ku."
"Dengan taufiq~Mu," kata Musa, "Aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan~Mu." Allah berkata, "Kalau begitu, pergilah engkau ke mata air di bukit itu. Bersembunyilah engkau berhampiran dengannya dan saksikan apa yang akan terjadi." Musa AS pun pergi ke mata air yang ditunjukkan kepadanya. Dia naik ke atas sebuah bukit dan bersembunyi.
Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu berwudhu dan meminum air. Setelah itu dia meletakkan sebuah beg di sebelahnya yang berisi wang seribu dinar dan mendirikan solat.
Setelah selesai menunaikan solat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dengan terburu-buru sehingga dia lupa beg miliknya tertinggal.
Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Maka terlihat dia akan sebuah beg. Anak kecil itu pun mengambilnya. Setelah itu, ia pun segera beranjak pergi dari tempat itu.
Setelah anak kecil itu pergi, datang pula seorang tua yang buta. la mengambil air untuk diminum, kemudian lalu berwudhu dan solat. Tak lama kemudian, datanglah si penunggang kuda yang ketinggalan begnya tadi. Dia menemukan orang tua buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, "Kamu pasti mengambil begku yang berisi wang di sini." Betapa terkejutnya orang tua buta itu. la berkata, "Bagaimana aku dapat mengambil begmu sedangkan mataku tidak dapat melihat!"
Penunggang kuda itu berkata, "Kamu jangan berdusta. Sebab, tidak ada orang lain selain kamu." Orang tua buta berkata, 'Betul, saya berada di sini sendirian. Namun kamu kan tahu, mataku tidak dapat melihat." Si penunggang kuda berkata, "Mengambil beg itu tidak harus dengan mata, bodoh! Tetapi dengan tangan! Walaupun mata kamu telah buta, tanganmu tetap dapat digunakan."
Akhirya, orang tua buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah orang tua buta itu dibunuh, ia menggeledahnya untuk mencari begnya. Namun, ia tidak menemukannya. Maka, ia pun segera meninggalkan mayat orang tua buta tersebut.
Ketika Musa AS melihat kejadian tersebut, dia berkata, "Ya Tuhan, sungguh aku tidak sabar atas kejadian itu. Namun, aku yakin Engkau sangat adil. Kenapa kejadian ganas itu bisa terjadi?"
Tidak lama kemudian datanglah Jibril AS dan berkata, "Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan~Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahawa diri~Nya sangat mengetahui perkara ghaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahawa anak kecil yang mengambil beg si penunggang kuda itu sebenarnya sedang mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja dengan si penunggang kuda. Namun, secara zalim, ia tidak dibayar atas pekerjaan yang telah ia lakukan. Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah wang yang ada dalam beg itu. Ada pun orang tua buta itu adalah orang yang membunuh ayah si anak kecil itu dulunya, sebelum orang tua tersebut buta."
Demikianlah. Sungguh Mahabenar Allah SWT yang telah berfirman, "Tidakkah kamu perhatikan bahawa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahsia antara tiga orang melainkan Dia~lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia~lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak melainkan Dia berada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS Al-Mujadalah: 7)
Maha Suci Allah mengetahui segalanya..
Ketika orang lain bergantung pada dunia, gantunglah dirimu hanya pada Allah. Ketika orang lain merasa gembira dengan dunia, jadilah dirimu gembira kerana Allah. Ketika orang lain merasa bahagia kerana kekasih mereka, jadilah dirimu merasa bahagia dengan Allah. Dan ketika orang-orang pergi menghadap raja dan pembesar-pembesar untuk mengais harta dan mencintai mereka, jadilah dirimu betul-betul mencintai Allah"
~IBNUL QAYYIM~
sumber: http://insaaniyyah.blogspot.com/2011/01/allah-maha-adil.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
#Pray4Gaza
Post by Strawberi Cinta.
