Let's follow me!

Lawati Kedai Qaseh Gold Online

Tuesday, June 16, 2009

Orang-orang yang asing~


Al-Ghurabaa, siapakah mereka?

Rasulullah Muhammad saw. bersabda:
”Islam datang sebagai sesuatu yang asing (gharib) dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Surga bagi siapa yang asing (Al-ghurobaa). Sahabat-sahabat r.a. kemudian bertanya: ”Siapakah orang-orang asing (Al-Ghuroba) itu ya Rasulullah? Beliau menjawab:
”Orang-orang yang melarang keburukan ketika orang-orang melakukan penyimpangan”.
Dalam hadis yang sama tetapi diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud r.a., Rasulullah
Muhammad saw. ketika ditanya:”Ya Rasulullah siapakah mereka (orang-orang aneh itu)?
Beliau menjawab: ”An-Nuzzaa’ min Al-Qabaa’il” (Orang-Orang yang hijrah dari masyarakatnya).
An-Nuzzaa’ (orang-orang yang hijrah) memiliki 2 makna:
1. Orang-orang yang secara sempurna meninggalkan asal usul, keluarga, adat istiadat dan tradisi-tradisi mereka.
2. Orang-orang yang meninggalkan negara-negara mereka atau tempat tinggal untuk berjihad (berperang melawan musuh-musuh Allah.
Rasulullah Muhammad saw. memuji Nuzza’ seperti mereka yang meninggalkan semua bentuk penyimpangan, nasionalisme, pergaulan bebas, adat istiadat dan tradisi-tradisi mereka. Mereka adalah orang-orang yang akan menjadi minoritas dan terlihat sebagai orang-orang aneh karena mereka tidak melakukan kompromi dalam kecintaannya terhadap Allah dan Rasul-Nya. An-Nuzzaa’ adalah bentuk kata dari An-Naza’ (meninggalkan) dan digunakan dalam kaitan peristiwa ketika nyawa dicabut dari badan oleh malaikat saat kematiannya tiba. An-Nuzzaa’ adalah orang-orang ahli surga. Mereka merelakan asal usul, mata pencarian, budaya, karir dan adat istiadat mereka. Kamu lihat mereka seringkali bermusafir dan berhijrah, melarang keburukan dan berperang melawan siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan melawan siapa saja yang tidak memeluk agama Islam (hingga memeluknya).Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin ‘Amru Ibn Al-‘Aas r.a. berkata: Ketika kami bersamanya (Rasulullah), Beliau bersabda:
”Tooba Lil Ghurabaa (surga bagi orang-orang yang asing), kami bertanya,”Siapakah
mereka?” Beliau menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang baik dan sangat sedikit
jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah majoriti'. (Hadits ini bisa ditemukan dalam shahih Muslim, Ibnu Majah, Musnad Imam Ahmad, Al-Bukhari dan At-Tarmizi).
Rasulullah Muhammad saw.juga bersabda:
”Berlakulah dalam kehidupan di dunia seperti orang asing atau musafir.”
Dunia tidak akan berlalu dengan kekal dan menjadi sesuatu yang sekadar dilalui oleh orang-orang yang beriman. Siapa saja yang hidup dalam dunia ini seperti orang musafir maka ia akan menjadi gharib atau asing (bentuk tunggal dari ghurabaa). Ghurabaa memiliki kesatuan keimanan dan ciri-cirinya; selalu memenuhi apa yang Allah swt. dan Rasul-Nya perintahkan kepada mereka untuk dilakukan, dan akan menghindari apapun yang dilarang. Diriwayatkan dalam At-Tarmizi dan Abu Dawud bahwa Rasulullah Muhammad saw. bersabda: “Pada masa yang akan datang, orang-orang yang berdiri teguh pada agama akan seperti memegang api dalam tanganmu. Seseorang yang ada dalam keadaan demikian akan memperoleh pahala 50 orang. Para shahabat kemudian bertanya: Apakah mereka akan memperoleh pahala 50 orang diantara kami atau diantara mereka? Beliau saw. menjawab:” Pahala 50 orang diantara kamu”.
Para Shahabat Rosul tidak bertemu dengan masalah seperti yang kita temui saat
ini, seperti pembuktian hadis-hadis shahih, sebagaimana yang mereka tanyakan langsung kepada Nabi saw. Mereka juga tidak memiliki sedikit masalah dengan ulama karena mereka memiliki Nabi saw. yang mengajar mereka dalam semua permasalahan agama. Hanya perlu memastikan diri untuk mengikuti Rasulullah Muhammad saw. dimana kamu dapat memiliki kesempatan untuk bertanya terus kepada Baginda dengan pelbagai pertanyaan. Oleh karena itu kita dapat memperoleh pahala yang lebih atas ibadah kita karena kita tidak menjumpai Rasulullah saw. atau dengan kata lain tidak hidup bersama beliau. Lantas Siapakah Al-Ghurabaa itu ?
Al-Ghurabaa adalah orang-orang yang beribadah hanya kepada Allah swt. dengan mengikuti syari’ah dalam semua aspek kehidupan mereka. Mereka beribadah, mematuhi dan mengikuti tidak kepada siapa pun kecuali kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Contoh yang mereka ikuti adalah Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya. Tauhid adalah pegangan mereka, mereka hanya memberikan aktiviti harian mereka hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Sebagaimana firman Allah:
”Katakanlah:”Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS.Al An’aam (6):162). Mereka jauh dari jumlah majoriti, perbuatan mereka dilandaskan atas informasi agama yang Allah turunkan untuk hambaNya/khalifahNya:
”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi, niscaya mereka
akan menyesatkanmu dari jalan Allah”.(QS.Al An’aam (6):116)

Fakta Al-Ghurabaa adalah orang-orang yang meninggalkan bentuk-bentuk penyimpangan,
kebudayaan atau tradisi (padahal kebanyakan orang melakukan penyimpangan dalam gaya
hidup mereka dalam kurun waktu yang lama). Al-Ghurabaa membenci semua hal yang mereka
gunakan untuk aktiviti jahiliyah, mereka datang berseberangan, karena kamu tidak pernah melihat mereka mendukung/memberikan suara untuk hukum-hukum buatan manusia, menyeru kepada kebebasan, sekularisme, demokrasi, kesetiaan pada penguasa kufur atau pelbagai macam bentuk kekufuran dan kesyirikan. Semoga Allah menjadikan kita berada pada golongan minoriti ini sebagai golongan yang selamat (iaitu golongan Ahli Sunnah Wal Jama’ah) dan menyelamatkan kita dari mengikuti hawa nafsu dari penyimpangan yang berasal dari golongan majoriti. Amin.

Friday, June 5, 2009

WANITA HIASAN DUNIA LELAKI

Jangan katakan lelaki biasa, Nabi pun terasa
sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran dan
perasaan lelaki akan resah. Masih mencari
walaupun sudah ada segala-galanya. Apa lagi
yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s.
tetap rindukan Siti Hawa. .....

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau
puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang
bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau
lelaki sendiri yang tak lurus, tak mungkin mampu
nak meluruskan mereka. Tak loGik kayu yang
bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.
Luruskanlah wanita dengan cara yang
ditunjuk Allah, kerana mereka dicipta sebegitu
rupa oleh-Nya. Didiklah mereka dengan panduan
dariNya.

JANGAN CUBA JINAKKAN MEREKA DENGAN
HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.
JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN
KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN
MENDERITA

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan
masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat
yang kekal, itulah suisnya.

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN
DENGAN ILMU. HATI SERAPUH KACA,
KUATKAN DENGAN IMAN. PERASAAN
SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN
AKHLAK.

Suburkanlah kerana dari situlah nanti mereka
akan nampak nilaian dan keadilan Tuhan. Akan
terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun
tidak jadi ratu cantik dunia, presiden, perdana
menteri negara ataupun women gladiator. Bisikkan
ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan
suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan.
Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, kerana
rahim wanita yang lembut itulah yang
mengandungkan lelaki-lelaki waja: negarawan,
karyawan, jutawan dan "wan-wan" lain. Tidak
akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita
yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur
dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan
akhlak, mereka bukan sahaja tidak boleh
diluruskan bahkan mereka pula membengkokkan.

LEBIH RAMAI LELAKI YANG DIROSAKKAN
OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN
YANG DIROSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-
BODOH PEREMPUAN PUN BOLEH
MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI.

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri,
apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja ramai
boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun
akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan
bapa akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka
dunia akan huru-hara. Bila tUlang rusuk patah,
rosaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula
jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah
kepimpinan. Pastikan sebelum memimpin wanita
menuju Allah,

PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU
KEPADANYA.

Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah
segala-galanya dibawah pimpinan kita.

link to:teori evolusi cinta

#Pray4Gaza