Let's follow me!

Lawati Kedai Qaseh Gold Online

Friday, October 7, 2011

Bumi ini milik Allah!



Pada abad 7 M seorang lelaki resah terhadap perilakunya yang kurang baik mendatangi Ibrahim bin Adham. Ibrahim bin Adham merupakan seorang supi dari Persia (sekarang Iran) yang masyhur dikala itu.Lelaki tersebut datang kepada Ibrahim bin Adham untuk meminta nasihat agar perilaku serta perangainya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian,Ibrahim berkata, "Apabila kamu mau melakukan perbuatan yang dilarang Allah, janganlah kamu makan dari rizki-Nya." Lelaki itu bertanya penuh keheranan,"Bagaimana hal itu dapat aku lakukan, padahal semua yang ada di bumi adalah rezeki dari Allah?".

"Apakah Kamu pantas memakan rezeki dari Allah,padahal kamu telah melanggar perintah-Nya?, Kata Ibrahim bin Adham. Lelaki itu termenung mendengar perkataan Ibrahim bin Adham, lelaki itu menjawab, "Demi Allah, tidak."



Setelah itu, Ibrahim menerangkan hal yang kedua, "Jika kamu mau melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, janganlah kamu tinggal di bumi Allah," kata Ibrahim bin Adham.Lelaki itu semakin heran, "Bumi dan isinya adalah milik Allah.Kalau tidak di bumi, di mana lagi aku akan tinggal?"

"Pantaskah kamu tinggal di bumi milik Allah, sementara engkau melanggar perintah-Nya!"Kata ibrahim bin Adham. Lelaki itu menjawab, "Demi Allah, tidak".

Kemudian ia menerangkan hal ketiga, "Jika kamu melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah,carilah tempat yang tidak terlihat oleh Allah dan anggaplah Allah tidak mengawasimu." "Di mana tempat yang tidak terlihat oleh Allah? Sungguh, Allah Maha Melihat segala sesuatu, baik yang tersirat maupun yang tersurat." kata lelaki itu. Ibrahim berkata, "Pantaskah kamu melakukan perbuatan yang dilarang Allah, makan dan tinggal ditempat milik Allah, sementara Allah mampu melihatmu!".



Lelaki itu berkata,"Demi Allah,tidak." Ibrahim bin Adham menerangkan hal yang keempat. "Seandainya kamu mau melakukan perbuatan yang dilaran oleh Allah, ingatlah untuk menolak kedatangan malaikat pencabut nyawa.Katakan kepadanya bahwa kamu minta penangguhan waktu kematian supaya kamu dapat bertaubat terlebih dahalu." Lelaki itu berkata, "Pasti malaikat itu akan menolak permintaanku, karena sesunggunya kematian itu telah ditentukan oleh Allah."

Setelah itu,Ibrahim bin Adham menerangkan hal yang kelima."Jika Malaikan Munkar dan Nakir menemui didalam kubur, lawanlah kedua malaikat itu." Lelaki itu berkata, "Itu tidak mungkin Aku lakukan."

Kemudia, Ibrahim menerangkan hal yang keenam. "Apabila Allah akan memasukkanmu ke dalam neraka, katakanlah bahwa kamu tidak bersedia masuk kedalamnya." kata Ibrahim bin Adham.

Nasihat Ibrahim bin Adham itu sangat menyentuk hati dan pikirannya. Lelaki itu pun berjanji tidak akan melakukan perbuatan dan berperangai buruk. Dari kisah tersebut tergambar betapa besar pengaruh nasihat dalam membentuk dan menggugah kesadaran seseorang.

Sumber :
Buletin Jum'at Himmah
[Eds.43/IX ~ 14 Dzulqoidah 1431 H ~ 22 Oktober 2010]

No comments:

Post a Comment

#Pray4Gaza