Let's follow me!

Lawati Kedai Qaseh Gold Online

Sunday, March 18, 2012

Aku berharap hanya kepada-Nya. Benarkah?


Aku berharap hanya kepada-Nya. Benarkah???

Hati seorang mukmin itu terus memandang Kuasa Allah dalam setiap hal baik dalam menggapai cita-cita atau dalam menyelesaikan masalahnya. (
Adakah aku seorang mukmin atau hanya bergelar muslim?) Allahurabbi....

Ketika hati ini besar harapannya dan hanya berharap pada Allah, dia akan merasakan semangat yan membakar, sentiasa optimis dalam mencari penyelesaian, dilimpahi nikmat dan kurnia, sentiasa mendapat sokongan, tidak rasa takut dan sedih. Orang mukmin seharusnya begitu. Dia harus melihat segala sesuatu dari sudut pandang kekuasaan Allah bukan dari sudut pandang manusia..

Sebagaimana rasulullah yang terus berjuang berdakwah selama bertahun tahun di Makkah. Meski di intimidasi, disakiti, dicaci dan dihina, Rasulullah tidak pernah menyerah. Saat bumi mekkah seakan akan telah tertutup Rasulullah pergi ke Thaif, Thaif tidak menerima Rasul balik ke makkah lagi berdakwah di tenda tenda haji hingga akhirnya Allah memberikan tempat di madinah. Rasulullah tidak pernah berhenti karena ia tahu bahwa jika Allah berkehendak memberikan kemenangan dan hidayah pada umatnya maka dalam sekejap pun bisa. Namun Rasulullah terus berikhtiar dan berjuang. Salah satu alasan kenapa Rasulullah tidak berhenti karena besarnya harapan pada Allah.

Kenapa harapan ini tidak Muncul?

1. Orang tidak mungkin berharap pada yang tidak ia kenal.
Hati ini tidak mungkin berharap sebesar besarnya pada Allah kalau tidak kenal dengan Allah. Mulut memang mudah untuk berkata dan otak kita kenal Allah, tapi bagaimana nak berharap sedang hati tidak kenal dengan Allah. Itulah yang disebut ma’rifatullah.
Kalau hati ini tidak mengenal dengan baik bahwa Allah Maha Kuasa, sebaliknya kita tertutup oleh hijab dunia maka yang kuasa itu jadi bos kita, atasan kita, mertua kita, teman kita, gaji kita, kewangan, dan bersiap siaplah untuk kecewa. Maka berharaplah pada Yang Maha Kuasa, hati kita akan menjadi lapang dan kita tidak akan pernah merasa buntu - tiada penyelesaian.
2. Jarang Zikrullah (mengingat Allah) sehingga sering ingat pada selain Allah

3. Kurang tajamnya memandang kehebatan atau kekuasaan Allah atas makhluk Nya.

Penyelesaian

Kenalilah Allah dengan lisan, fikiran dan hati kita. Rasakanlah kewujudan Allah dalam hati kita. Bukan sekedar kenal biasa tapi biarlah ia yang mendominasi fikiran (banyak menyebut dan mengingat-Nya). Kalau kita hanya kenal, tapi kalau tidak selalu mengingati dan menyebut nama-nama-Nya maka boleh jadi kita lupa dan hati akan terisi dengan yang lain.

Hasil Pengharapan pada Allah

  1. Tidak pernah merasa buntu atau hilang akal/jalan penyelesaian sehingga menumbuhkan optimisme.
  2. Merasa tenang dan bahagia kerana kita dapat merasakan sokongan dari Allah. Kenikmatan hidup itu sudah dirasakan dari awal sehingga jarang kecewa.
  3. Merasakan kemudahan dan kemudahan dalam setiap urusan.

Empat tahap pengharapan pada Allah

  1. Harapan untuk tegaknya agama Allah di muka Bumi. Ini merupakan harapan para Anbiya dan ulama.
  2. Harapan tegaknya Agama Allah di dalam diri sendiri
  3. Harapan memperoleh kebaikan dalam urusan dunia.
  4. Berharapnya orang yang banyak dosa untuk masuk surga dengan rahmat Allah. Berharap pada ampunan Allah.
Semoga kita termasuk antara orang-orang yang besar harapannya pada Allah dan hanya pada Allah.



Resume Kajian Tazqiyatun Nafs bersama Ustadz Muhsinin Fauzi, Lc, Ma di Masjid Al Amanah Kementerian Keuangan, Selasa, 26 April 2011
Reporter : Muhammad Irfan

No comments:

Post a Comment

#Pray4Gaza